Baru beberapa saat saja berdiri dilampu merah salah satu sudut kota Jakarta dah membuat badanku menggigil. Cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini selalu membuat Jakarta Basah.
Sambil menanti datangnya Bis kota kuperhatian beberapa orang yang lalu lalang di sekitar lampu merah. Pandanganpun tertuju pada sekelompok pedagang asong dan sekolompok anak Punk jalanan.
Si pedagang asong sibuk mendatangi mobil-mobil yang kebetulan berhenti karena terkena lampu merah dan menjajakan barang dagangannya berupa rokok, permen dan air minum kemasan.
Sementara Si anak Punk, juga tak mau ketinggalan mendatangi mobil-mobil tapi mereka bernyanyi dan meminta imbalan alias mengamen. Tapi tak jarang kata-kata yang digunakan untuk menyapa para penumpang tersirat memaksa untuk diberi, dan ditunjang dengan dandanan mereka yang jujur saja menakutkan buat penumpang terutama kaum hawa.
Sebenarnya mereka sama-sama mencari makan, atau boleh dibilang mencoba bertahan hidup tapi dengan jalan yang berbeda. Kalau kita lihat dengan kasat mata, pedagang asong jauh lebih terhormat, Tetapi tetap saja hanya Allah yang menentukan apa semua cara bertahan hidup mendapat ridhoNya, Apakah rejeki yang diperoleh Halal dan barokah??

Comments :
Posting Komentar